Beberapa waktu lalu saya membuat status di situs jejaring sosial facebook, saya meng-akronimkan kata Romantis dengan Rokok Makan Gratis. Kali ini saya akan membahas makna ‘romantis’, tapi versi saya sendiri.
Bagi saya panggilan ‘sayank’ yang kata lebaynya jadi ‘chayank’ kepada pasangan tidak selalu bentuk dari tipe suami romantis. Begitupula dengan pangilan dek, cinta, manis dan sebagainya. Tetapi itu hanyalah kata prikitiu dari seorang suami.
Bisa jadi itu hanya sebuah panggilan kedok, atau topeng seorang suami, karena tak jarang seorang suami yang mengumbar kata-kata panggilan manis, indah, mesra, justru bertingkah yang melanggar sumpah dan janji yang pernah dia ikrarkan pada saat akad nikah.
Dan bagi saya, substansi sebenarnya dari kata romantis adalah dalam bentuk sikap dan perilaku, setia atau tidak melakukan tindakan dan hal-hal yang melawan ikrar pernikahan. Dan wajib dimengerti, bahwa apa yang diucapkan dalam akad nikah sebenarnya adalah sumpah dan jani terhadap Tuhan.
Jadi pengkhiatanan seorang suami terhadap istri, sebenarnya adalah pengkhianatan terhadap Tuhan. Jadi, bagi para istri yang dikhianati suami jangan merasa kecewa, atau merasa dikecewakan. Karena sebenarnya suami Anda telah mengecewakan Tuhan.
Dan sebaiknya yang Anda lakukan adalah, berdoalah kepada Tuhan agar suami Anda diampuni atas kekhilafannya itu.
Bagi saya panggilan ‘sayank’ yang kata lebaynya jadi ‘chayank’ kepada pasangan tidak selalu bentuk dari tipe suami romantis. Begitupula dengan pangilan dek, cinta, manis dan sebagainya. Tetapi itu hanyalah kata prikitiu dari seorang suami.
Bisa jadi itu hanya sebuah panggilan kedok, atau topeng seorang suami, karena tak jarang seorang suami yang mengumbar kata-kata panggilan manis, indah, mesra, justru bertingkah yang melanggar sumpah dan janji yang pernah dia ikrarkan pada saat akad nikah.
Dan bagi saya, substansi sebenarnya dari kata romantis adalah dalam bentuk sikap dan perilaku, setia atau tidak melakukan tindakan dan hal-hal yang melawan ikrar pernikahan. Dan wajib dimengerti, bahwa apa yang diucapkan dalam akad nikah sebenarnya adalah sumpah dan jani terhadap Tuhan.
Jadi pengkhiatanan seorang suami terhadap istri, sebenarnya adalah pengkhianatan terhadap Tuhan. Jadi, bagi para istri yang dikhianati suami jangan merasa kecewa, atau merasa dikecewakan. Karena sebenarnya suami Anda telah mengecewakan Tuhan.
Dan sebaiknya yang Anda lakukan adalah, berdoalah kepada Tuhan agar suami Anda diampuni atas kekhilafannya itu.